Sabtu, 26 Maret 2011

Kuda Lumping Kesenian Dua Dunia

Dari segi budaya Indonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaannya . Kebudayaan itu terutama pada kesenian budaya. Seperti seni tari, seni pahat , lagu daerah dan masih banyak kesenian daerah lainnya. Apa yang menyebabkan Indonesia kaya akan budaya ?. Indonesia kaya akan budaya karena Indonesia adalah negara kepulauan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Setiap pulau mempunyai beribu-ribu daerah dan setiap daerah itu mempunyai ragam budaya sendiri. Sehingga menimbulkan Indonesia kaya akan budayanya..
Dalam ulasan kali ini penulis mencoba menunjukkan salah satu budaya yang ada di Indonesia. Salah satu budaya dari seni tari yang di angkat dari kesenian masyakat Jawa , yaitu kesenian tari kuda lumping , yang sering ditarikan oleh masyarakat Jawa . Meski di daerah Jawa mempunyai banyak tarian tetapi tarian kuda lumping adalah tarian yang sangat menarik.
Bagaimana kuda lumping dikatakan sebagai tarian yang menarik ?. Kuda lumping adalah seni tari yang dimainkan dengan properti berupa kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu atau kepang. Dalam tarian ini menceritakan tentang sekelompok pasukan berkuda . Namun tidak satupun catatan sejarah mampu menjelaskan asal mula tarian ini , hanya riwayat verbal yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya . Konon tarian ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan rakyat jelata terhadap pasukan berkuda pengeran Diponegoro dalam menghadapi penjajah belanda . Ada pula versi yang menyebutkan, bahwa tari kuda lumping menggambarkan kisah perjuangan Raden Patah , yang dibantu oleh Sunan Kalijaga , melawan penjajah Belanda . Versi lain menyebutkan bahwa , tarian ini mengisahkan tentang latihan perang pasukan Mataram yang dipimpin Sultan Hamengku Buwono I raja Mataram , untuk menghadapi pasukan Belanda.
Permain kuda lumping ditarikan dengan sangat lincah . Dalam kuda lumping biasanya ditarikan dengan cukup ekstream . Terkadang penari melakukan atraksi makan kaca atau beling , membuka sabut kelapa dengan gigi , tahan tembus benda tajam seperti golok . Tak heran jika kemudian pertunjuka dikaitakan dengan hal-hal magis. Bagaimana tidak ?. Selain melakukan hal yang eksteam pemain juga melakukan ritual sebelum melakukan pertunjukan . Terkadang penonton berpikir bahwa sang penari dapat memakan kaca dan tahan dengan benda tajam berkat ritualnya tersebut.bahwa penari sebenarnya dimasukin roh . Sehingga dia menjadi seperti tak sadarkan diri ketika menari kuda lumping atau sering disebut dengan kesurupan . Sekelompok orang juga beranggapan bahwa kesenian Kuda Lumping merupakan kemusyrikan karena identik dengan kesurupan atau kalap, kemenyan, dupa dan bunga bungaan, anggapan bahwa kuda lumping dekat dengan kemusyrikan adalah tidak benar, justru para pelaku seni Kuda Lumping berusaha mengingatkan manusia bahwa di dunia ini ada dua macam alam kehidupan, ada alam kehidupan nyata dan alam kehidupan Gaib hal ini telah dijelaskan dalam Alqur`an surat Anas dan manusia wajib untuk mengimaninya. Fenomena kalap atau kesurupan bisa terjadi dimana saja dan dapat menimpa siapa saja, baik dikalangan arena Kuda Lumping maupun tempat-tempat formal seperti Sekolahan atau Pabrik, hal itu tergantung pada kondisi fisik dan Psikologis individu yang bersangkutan, sedangkan kemenyan, dupa dan bunga-bungaan tidak lebih dari sekedar wewangian yang tidak pernah dilarang dalam Islam bahkan dianjurkan penggunaanya.
Dalam atraksi kuda lumping ini juga memilki makna.kelincahan penari itu menyimbolkan semangat para pejuang dahulu . Atraksi ekstreamnya menyimbolkan kekuatan para nenek moyang kita terdahulu.ini menunjukkan bukan hanya semangat yang dibutuhkan melainkan kekuatan juga diperlukan.
Setiap pertunjukkan kuda lumping selalu diiringi oleh musik-musik gamelan jawa . Dalam setiap pertunjukan musik-musik atraksi kuda lumping tidak pernah berubah . Secara filosofis masing-masing alat musik yang digunakan dalam mengiringi tari kuda lumping juga memiliki makna yang berbeda, kendang berbunyi ndang…ndang…tak…ndlab mempunyai makna yen wis titiwancine ndang-ndango mangkat ngadeb marang pengeran yang mempunyai arti kalau sudah waktunya cepat-cepat bangun menghadap tuhanmu, dalam melakukan ibadah jangan suka ditunda-tunda kenong ……. Slompret ……. Gong ……..
Mengapa setiap petunjukan kuda lumping itu identik dengan 3 warna merah,putih dan hitam? Apakah itu termasuk syarat dalam ritual?. Dalam setiap pertunjukan tidak lepas dengan motif pakian . Dalam pakaian kuda lumping itu selalu identik dengan warna merah,putih dan hitam. masing-masing warna tersebut secara filosofis juga memiliki makna yang berbeda , warna merah melambangkan kebernian, kewibawaan dan semangat kepahlawanan, warna putih melambangkan kesucian, makna kesucian disini adalah kesucian pikiran dan hati yang akan direfleksikan dalam semua panca indera sehingga menghasilakan suatu tindak-tanduk yang selaras dan dapat dijadikan panutan, warna hitam itu mnunjukkan kegelapan . Jadi dalam pertunjukan ini menunjukkan ada 2 dunia . Yang dimaksud dunia kegelapan adalah dunia dalam suatu dimensi dimana ada dunia lain selain dunia kita ini.
Mengenal budaya Indonesia memang menarik . Dan jika kita membahas tentang budaya Indonesia pasti tiada akhirnya . Karena keingintahuan setiap orang tidak ada batasnya . Apalagi budaya Indonesia sangat bermacam-macam . Sekilas ulasan tentang kuda lumping yaitu salah satu budaya Indonesia..Dimana masih ada banyak budaya-budaya Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar